Minggu, 07 November 2010

Senin, 23 Agustus 2010

efek RF terhadap kesehatan

kutipan dari warung sebelah
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=267546617&posted=1#post267546617

Kebanyakan orang unware Frekuensi Radio (RF) radiasi mereka terkena. Radiasi biasanya berhubungan dengan radium, senjata, perawatan medis, pembangkit listrik tenaga nuklir dan detektor asap. Sebelum kita membahas , kita harus meninjau spektrum RF. Ini akan membantu dalam memahami bagaimana spektrum radio mempengaruhi kita. Kita tidak akan membahas HAARP, yang sendiri merupakan daerah yang unik dari spektrum radio di band gelombang pendek.
Ada dasarnya jenis radiasi berbahaya (tidak termasuk ringan seperti ultraviolet):

tidak terkendali SAMBUNGAN RF: Radio Frekuensi banyak jenis perangkat. Spektrum RD diatur oleh FCC di Amerika, dan lain badan pengatur serupa yang ada di negara-negara lain di seluruh dunia melalui perjanjian radio internasional. Namun sebagian besar dari mereka tampak sangat peduli tentang efek kesehatan.
sinyal RF yang tanpa diragukan lagi bentuk polusi tak terlihat! Tapi seperti yang akan kita lihat, ini tidak benar-benar serius membahayakan kesehatan dengan segera, diketahui tentang RF, adalah bahwa efek tidak sehat itu dihubungkan dengan kombinasi infinte hampir dari masing-masing lima faktor berikut:
1. FREKUENSI - frekuensi tertentu dapat terserap dalam tubuh . SHF Meskipun tidak diserap ke dalam kulit, keringat pada kulit menyebabkan rasa sakit/gatal.
2. MASA - Berapa lama Anda terpapar radiasi, atau berapa lama pemancar
3. DISTANCE - Seberapa dekat Anda dengan antena. Energi tingkat penurunan dengan kuadrat jarak.
4. POWER TINGKAT - Apa kekuatan sinyal. Hal ini diukur dalam microwatts, milliWatts dan watt. Satu mikrovat adalah sepersejuta dari sebuah watt, Satu milliwatt adalah satu-seperseribu watt sebuah. Sebagai contoh, 1.000 milliWatts adalah satu watt.
tingkat daya Cell telepon sering di milliwatt 100-4 kelas watt. Di masa lalu, jenis tas telepon seluler lama dibawa berkeliling, hampir 4 watt powernya. Mendapatkan sinyal kuat tidak ada masalah.
5. SUSCEPTABILITY - Seperti asap tembakau, Anda tidak bisa mengetahui apakah Anda akan atau tidak akan menjadi sakit dari pemaparan RF. Tapi pemanasan RF jaringan tubuh dan kemungkinan perubahan DNA (mutasi) yang terjadi pada 100% dari orang-orang terkena RF. Jumlah pemanasan ditentukan oleh kombinasi dari empat faktor di atas. Sistem kekebalan bertanggung jawab untuk membersihkan DNA mutan. Tapi bisa sistem kekebalan tubuh membersihkannya keluar semua DNA yang rusak dan sel-sel mati, dan melakukan ini selamanya? ilmu medis modern tahu ada batas untuk berapa banyak serangan pada sistem kekebalan tubuh dapat menangani.
MENGAPA RF mirip dengan radioaktif.

Bagi mereka yang akrab dengan bahaya paparan radiasi. RF Frekuensi adalah sama dengan tipe radiasi, seperti Alpha, Beta atau Gamma. Bahkan, masing-masing partikel bergerak sebagai frekuensi di atas cahaya ultraviolet, dan sebenarnya terdiri dari partikel kecepatan tinggi. Setiap jenis partikel mempengaruhi tubuh manusia dan sistem dengan cara yang berbeda. tingkat daya RF seperti jumlah partikel per detik dari sumber radioaktif. Kedua durasi dan jarak juga menerjemahkan ke dalam bidang paparan radiasi.

Kita tahu bahwa partikel radioaktif tertentu dari Pemancar Alpha partikel menyebabkan kerusakan sel paru-paru . Alpha partikel radiasi pengion mengubah DNA dalam sel, dan dapat membuat kursor pra-perubahan yang mengarah ke kanker. Jaringan dan struktur dalam tubuh yang muncul di scan dan sinar x-kadang-kadang didiagnosa sebagai kanker pra-kondisi "" oleh dokter.

Alasan untuk membahas topik di atas, adalah untuk menunjukkan bahwa apa pun yang mengubah DNA bisa sangat tidak sehat. Dan ini baik radiasi nuklir dan RF. Ada juga kimia dan efek dari ultraviolet juga.
ATAS SPEKTRUM RF - APA FREKUENSI RF BERBEDA .

ditemukan bahwa frekuensi yang lebih tinggi ( RF) disarankan pada jarak jauh, tanpa kontak elektroda langsung.
sumber:http://www.rense.com/general56/rad.htm

Rabu, 11 Agustus 2010

tips meinggalkan rumah saat mudik coy

Mudik adalah salah satu ’ritual’ yang sangat ditunggu-tunggu bagi warga pendatang dari luar daerah ketika liburan panjang atau menjelang hari raya. Namun, dibalik kegembiraan akan bertemunya sanak saudara di kampung, kekuatiran akan rumah yang ditinggal beberapa hari juga menjadi persoalan tersendiri bagi pemudik. Tidak sedikit rumah warga yang ditinggal mudik dimasuki oleh maling. Untuk mencegah hal tersebut, simak tips berikut ini:
1. Hindari hal-hal yang dapat menunjukan bahwa rumah Anda kosong agar tidak menarik perhatian si pencuri. Tindakan tersebut misalnya dengan meminta kepada agen koran untuk tidak mengirimkan koran selama Anda pergi, menggunakan lampu otomatis yang dapat mati dan menyala sendiri dengan di setting terlebih dahulu waktu yang diinginkan. Selain itu cara lainnya adalah dengan meletakkan sandal/sepatu didepan pintu rumah.
2. Jangan biarkan barang-barang berharga seperti uang cash dan perhiasan diletakkan di lemari rumah. Sebaiknya uang dan perhiasan ditaruh di bank agar lebih aman.
3. Pastikan semua pintu dan jendela terkunci sebelum meninggalkan rumah.
4. Matikan semua listrik yang tidak digunakan, PAM, dan cabut selang gas serta kompor untuk menghindari arus pendek yang dapat mengakibatkan kebakaran.
5. Titipkan rumah kita ke tetangga yang tidak mudik atau informasikan kepada petugas keamanan dilingkungan rumah.
6. Pasang alarm untuk mencegah masuknya pencuri ke rumah kita.
7. Jika perlu, pasang camera tersembunyi di titik tertentu seperti kamar tidur dan ruang keluarga selama Anda bepergian.Selamat bermudik ria!

Kamis, 05 Agustus 2010

antenna slim jim

sharing dari 9W2WTF
sekedar sharing artikel yang cukup bagus bagi rekan2 yang ingin sekali ngoprek-ngoprek antenna 2m band
judulnya antenna slim jim ,hem sebelumnya kita telah menulis artikel serupa
tapi tidak ada salahnya kita ulas kembali versi 9W2WTF

Membangun antena Slim Jim
Panduan ini berasumsi bahwa Anda ingin membangun sebuah antena jim ramping yang berpusat pada 146MHz.

Perhitungan
Rumus untuk menghitung panjang gelombang dalam sistem metrik adalah 300 / (Frek MHz)

Menggunakan rumus dari gambar, kita memiliki:

300/146 = 2,055 M
Panjang gelombang = 205,5 cm

Panjang gelombang kawat tembaga kecepatan x faktor = 205,5 cm x 0,94
= 193,17 cm

3 / 4 panjang gelombang = 193,17 x 0,75
= 144,88 cm (57 ")

1 / 2 panjang gelombang = 193,17 x 0,5
= 96,585 cm (38 ")

1 / 4 kesenjangan minus panjang gelombang = 193,17 x 0,25-2,6 cm
= 45,69 cm (18 ")

Membujuk tekan = 193,17 x 1 / 20
= 9,6 cm (3 3 / 4 ")

Bahan Bangunan

3 / 4 "diameter PVC (20mm) - 6 kaki (180 cm)
kawat tembaga berisolasi biasa untuk membawa arus altenate (AC) - 11 kaki (3,40 meter)
Hubungan kabel
Tools

Baut pateri
Lem pistol
Somthing untuk membuat lubang pada pipa PVC
Wire Bangunan Langkah Slim Jim

Pertama mengambil tumpukan PVC dan mengukurnya sesuai dengan rumus 3 / 4 panjang gelombang di atas (144,88 cm).
Buatlah dua lubang di seberang pipa. lubang ini digunakan untuk menempatkan kawat tembaga melalui pipa. Ulangi langkah ini 144,88 cm dari lubang atas. Kedua lubang akan terus kawat tembaga.

Masukkan kawat melalui lubang sampai mengakhiri kedua mencapai satu sama lain di salah satu sisi pipa PVC. Kemudian mengukur panjang dan memotong kawat kawat di sisi yang begitu setup menyerupai gambar di atas.
Potong kawat isolasi (tapi tinggalkan belum diasah kawat) 1 / 20 panjang gelombang jauh (9.6 cm) dari bagian bawah pipa PVC, lagi lihat gambar di atas.
Solder pusat kabel coax di sisi terpanjang dari jim ramping (3 / 4 bagian gelombang) dan menjalin / perisai di bagian korsleting dari antena.
Test antena menggunakan SWR meter untuk memastikan bahwa SWR nya adalah minimum atau dalam tingkat yang memadai.
Nah, Anda telah membangun diri sendiri 2 meter antena Omnidirectional Slim Jim kurang dari USD2 (RM 6,00)
hem hitung sendiri yah untuk rupiah nya
untuk penampakannya:


Senin, 02 Agustus 2010

DIY ( do it yourself ) / membuat antenna Rubber Duck

hey teman-teman sudah lama tidak update ,semoga tetap semangat yah!!
kali ini kita akan membicarakan membuat antenna helical
ide ini sebenarnya berasal dari : http://www.g4ilo.com/diy-ducky.html
jadi ga ada salahnya kalau share di forum ini

seperti kita ketahui pancaran 14835 cukup bagus untuk wilayah sidoarjo-surabaya bahkan helicalpun kalau posisi terbuka bisa masuk input dan menggunakan repeater ini.
so....mari kita bereksperimen dengan berbagai bahan yang sering kita jumpai untuk membuat antenna helical dengan kemampuan yang ok

bahan yang perlu di siapkan:
1. kawat dengan bahan yang bagus ,perak lebih bagus, dan yang tunggal

2.gunakan konektor bnc sebagai dasar bawah antenna

3. dan alat2 ini tentunya

dan
4. SWR
di rasa sdh cukup mari kita mulai eksperimen ini
1.bersihkan coax yang sdh di pilh lalu solder ujung coax yang sdh di pilih tersebut pada konektor BNC
dan masukan kabel yang tidak berkoneksi ke BNC sebagai tulangan antenna nanti nya di harapkan yang lentur , isolasi unjung coax + tulangan tersebut untuk kerapian

2.buat lilitan coax pada tulangan yang jaraknya sama
jadinya seperti ini:

total panjang rubber duck / helical -+ 17cm
dan lilitan -+ 14.5 ( tergantung freq yang akan di gunakan )

3. lalu ukur dengan SWR atau analiser jika memang ada

dapatkan hasil yang sempurna
potong jika masih blom dapat di 151.85o Mhz
hal ini yang paling sulit

setelah dapat rapikan dan seperti ini
keren kan??
selamat mencoba teman teman sc835
and thx to
kaskus and G4ILO
for this sharing

Rabu, 03 Februari 2010

link Repeater 148.350mhz sidoarjo




link repeater 148.350mhz duplex +350 dan input pada 151.850mhz
nah ada beberapa area yang blank signal atau blank input fasilitas repeater kami,
dan untuk mengatasi hal ini kami sudah menyiapakan link yang bisa sedikit membantu rekan -rekan yang kesulitan untuk membuka repeater kami ,
terutama di daerah jombang mojoagung hingga nganjuk

link repeater berapa di seputaran sidoarjo yang memang di siapkan di tempat ber propogasi terbuka untuk menerima tx station lain ,
dan dengan input:
duplex + 500 dan tone sql 103.5

silahkan mencoba semoga bisa membantu kelancaram berkomunikasi menggunakan repeater kami ,....

73 c
yd3hzx

Senin, 28 September 2009

part 02 ," keasikan mengejar si jammer"

kegiatan yang mengasik kan adalah mencari sang jammer ,dengan mengunakan fox hunting .
jangan salah telah di siapkan hadiah nya loh,..di sediakan hadiah Rp 1000.000,- untuk siapa saja yang bisa menemukan sang jammer oleh bapak sc01 .
jadi setelah membaca artikel ke part 01 lalu baca yang ini jadi berfikir juga yah,...
sedikit membantu tentang fox hunting,..

Fox hunting merupakan permainan tak umpetnya (hide and seek) dalam dunia Amatir Radio. Kita kenal mobile fox hunting dan walking fox hunting. Prinsipnya sama hanya dalam mobile fox hunting areal yang harus dijelajah jauh lebih luas dari walking fox hunting.
Ketentuan fox hunting sederhana yaitu pemancar yang memancar dalam interval tertentu, harus diteemukan dalam waktu yang cepat.

jadi untukmengatasi sang jammer kita bisa menggunakan perangkat fox hunting dan kerja sama yang solid dari semua anggota 148.350mhz serta simpatisan yang serobit pada fasilitas,.untuk kepentingan bersama juga loh,

mari merakit perangkat fox hunting yang di sett pada input dan output repeater kita
tulisan dari jepara:
Membuat RF gain Radio IC 2N
Masih pada topic Radio Icom IC2N cuma kali ini saya tulis mengenahi cara
membuat RF gain pada radio ic2n ,RF gain sangatlah penting sekali apabila kita gunakan pada saat mengikuti lomba fox hunting,karena saat bertemu signal atau pancaran fox yang sangat besar maka kita harus mengurangi daya recief yang ada di radio kita, dan satu-satunya jalan yaitu menutup recive radio dengan RF Gain


untuk keperluan fox hunting RFgain harus di buat sebudeg mungkin supaya memudahkan mengetahui signal fox apabila sudah sangat dekat dengan pancaran fox
nah untuk teman-teman yang suka mengutak-atik electro cara membuat RFGain sangat gampang sekali dan sederhana banget ,yang perlu kita siapkan cuma potensio ukurannya dari 1kl – 5kl dan kabel skerm (kabel head tape recorder) dan setelah siap semua kita bongkar radionya lalu lihat gambar seperti yang di bawah ini :



inti gambar di atas adalah memutus nilai R100 omh dan menjampernya dengan potensio yg mengarah ke kaki transistor K192 ,sebaiknya potensio di arahkan keluar menggunakan tambahan kabel namun jangan terlalu panjang kabelnya ,ini akan berpengaruh pada ricief radio
setelah semua beres tambahkan juga rankaian (FS) field strenght karena rangkaian ini sangat membantu sekali apa bila RF gain sudah tidak bisa di toleransi lagi karena terdapatkan signal / pacaran yang sangat besar sehingga radio harus di matikan dan secara automatis VU di ambil alih oleh (FS) karena FS bisa bekerja tanpa catu daya , rangkaian bisa di lihat di bawah ini :

PART 01 "kebiasaan buruk atau keasikan? "

hal yang ini harus di baca sebelum ke artikel selanjutnya:
dalam tulisan ini kita akan bicarakan sesuatu hal yang sangat sering kita jumpai di dunia breaker ,...apakah itu??
sesuatu kebiasaan atau penyakit breaker ,yaitu signal jammer / continue dubling .
jammer sendiri adalah proses tx kita saat berbicara , apa namanya jika tidak di jam kan ???...

nah yang di maksud di sini adalah dubling signal secara continue untuk menutupi signal radio lain ,hemm sebuah tindakan yang dapat di bilang sesuatu kebiasan buruk yang mengasik kan,mengapa mengasikkan ?
di karena kan kalo signal jammer/ dubling continue terkait dengan ke-usilan seseorang .
jammer di sebuah repeater bisa pada input atau output repeater tersebut
pernahkan anda melakukan nya?...secara jujur saya sering dubling teman lain di inputnamun tidak continue ( sayang perangkat FINAL mahal ) nah mengapa demikian ,ada kepuasan tersendiri melakukannya .kita bisa mengetahui kemampuan signal perangkat kita terhadap membuka fasilitas tersebut ,.dan efect nya ,...orang lain akan marah-marah karena kesulitan untuk membuka secara sempurna fasilitas dan jika bisa melewati nya kita akan semakin panas ( emosi juga ) hehe,...keasikan yang buruk ...
faktor lain seseorang melakukan dubling signal secara continue
hal lain adalah mungkin anda sedang marah dengan seseorang ..atau cemburu ( HAHAHAHAHA )
dan yang ga jauh gilanya adalah JAHIL!!,...
mau mencoba nya??bebas saja
silahkan jika anda ingin merasakan ke asikan dubling di repeater ,
lebih asik lagi jika kita bisa dubling secara beneran dengan track signal / auto dubling bukan di input repeater,ini sebuah pembuktian sebuah besar nya base station yang anda miliki.

...hati -hati kalo signal jammer/dubling continue di 148.350 mhz ada kucing garok lho,...ntar di cari kalo ketemu di buat tape ,.....




Rabu, 22 Juli 2009

PSU atau switching komputer

MODIFIKASI PSU SWITCHING KOMPUTER

Secara umum switching PSU memiliki 2 pengontrol penting, yaitu OScilator yang digunakan untuk mencuplik arus listrik dan sebagai penentu besarnya tegangan yang dicuplik, biasanya dilakukan oleh sebuah IC TL-494. Dan pengaman arus dan tegangan yang biasanya dilakukan oleh IC LM-339. Untuk PSU CPU pengamanan tegangan biasanya sampai dengan 16V, jadi bila memerlukan keluaran sebesar 13.8V kita tidak memerlukan modifikasi pada modul ini. Namun, bila anda membutuhkan keluaran arus lebih besar dari 18A (masing-masing PSU berbeda), maka modifikasi pada modul ini diperlukan.

Sesuai dengan kebutuhan diatas, maka beberapa poin yang dilakukan modifikasi adalah sebagai berikut. (Ingat pada saat modifikasi selalu lepas catuan dari AC, BAHAYA MAN !!!).
• Pada pin 1 IC TL-494 terdapat 6 buah resistor yang terhubung lansung, yaitu 3 buah resistor paralel ke ground dengan nilai 120K, 56K dan 18k, jangan lakukan perubahan apapun pada ketiga resistor ini. Selain itu ada 3 resistor lagi yang tersisa yaitu 15K terhubung ke output +3.3V, 4k7 ke +5V dan 27K ke +12V. Cabut ketiga resistor tersebut.
• Ganti resistor 27K yang telah dicabut diatas dengan sebuah resistor sebesar 10K dan Trimpot sebesar 20K, tegangan output 13.8V diperoleh pada nilai sekitar 26.6K. Anda dapat melakukan adjusting tegangan keluaran melalui trimpot tersebut.
• Cabut kondensator elektrolit sebesar 1500uF/16V pada keluaran +12V, lalu ganti dengan kapasitor baru dengan kapasitansi dengan tegangan kerja lebih tinggi, misal 35V, 50V, dst. Komponen ini berfungsi sebagai perata arus, jadi makin besar kapasitansinya makin bagus. Gunakan 2 buah secara paralel masing-masing sebesar 3300uF/50V.
• Karena switching PSU membutuhkan adanya arus keluaran yang konstan dioutputnya, maka tambahkan sebuah resistor dengan nilai 100 Ohm/2W paralel dengan kapasitor elektrolit diatas. Hal ini akan memastikan adanya arus konstant sebesar 138mA. Pada kondisi standar, fungsi resistor ini digantikan oleh sebuah kipas/fan 12V yang akan terus berputar selama PSU tersebut ON, namun apa jadinya bila kipas/fun tersebut suatu saat putus, maka PSU anda akan rusak. Jadi keberadaan resistor load ini sangat penting, dalam sebuah switching PSU.
Langkah berikut adalah OPTIONAL:
• Tambahkan sebuah PHI-Filter di output 13.8V untuk mengurangi noise akibat oscilator (PWM) yang digunakan dalam PSU ini. Yaitu dengan 2 buah kondensator keramik masing-masing sebesar 470pf, dan sebuah induktor kira-kira sebesar 100uH.
• Cara membuat induktor, menggunakan sebuah toroid lingkaran dengan diameter sekitar 13mm, dan melilit email dengan diameter 1mm sebanyak 4 lilit.
• Untuk memperkecil noise yang berasal dari jala-jala PLN, anda bisa menambahkan filter tambahan.
ATX Pin Assignment
• Karena hanya output 13.8V saja yang diiginkan, cabut seluruh kabel keluaran PSU standar, ganti
dengan kabel yang sesuai yaitu pada keluaran +12V dan Ground.
• Untuk menghidupkan PSU ini, menggunakan Remote power ON, yaitu dengan menghubungkan port PWR (Kabel warna Hijau) ke Ground (Kabel warna Hitam) . Jadi anda perlu menambahkan kabel dan saklar untuk mengaktifkannya.
• Pasang kembali koneksi kipas/fan pada tempat semula, dan modifikasi telah selesai.
Langkah Tuning ke 13.8V:
• Pasang sebuah AVO Digital, set untuk mengukur tegangan, lalu putar perlahan trimpot sampai anda peroleh tegangan sebesar 13.8V.
• Untuk memastikan tegangan tidak drop pada saat dibebani RIG atau bola lampu 60 watt 12 volt. Lakukan langkah diatas, sampai anda peroleh tegangan yang diinginkan. SELAMAT MENCOBA...!

Atau cara lain modifikasi PSU CPU bisa dilihat tulisan dari OM Cholis disini :


A 13.8V from CPU PSU
September 24, 2008 in Homebrew, Radio Amateur Tags: 13.8V, 13.8V PSU Modification, CPU, DC Power Supply Unit, Modifikasi PSU Komputer, PSU

Mod at Sampler IC
Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah power supply CPU dengan merk e-PRO 450 Watt dengan harga yang sangat murah Rp.75 Ribu di ITC Bandung. Sesuai dengan spesifikasi, PSU tersebut memiliki 5 jenis output yaitu:

• +3.3V – 21A
• +5V – 30A
• +12V – 18A
• -12V – 0.5A
• +5V – 1.5A
Hasil modifikasi yang saya inginkan adalah +13.8V 15A, sesuai dengan kebutuhan catuan RIG saya pada power maksimum 65 Watt. Dengan asumsi bahwa PS produk lokal biasanya memiliki deviasi spesifikasi, maka saya memprediksi output PS tersebut sekitar 15A saja, 3 Ampere lebih rendah dari spesifikasi yang tertulis, jadi masih cukup untuk mencatu RIG saya.


Mod At Output
Secara umum switching PSU memiliki 2 pengontrol penting, yaitu OScilator yang digunakan untuk mencuplik arus listrik dan sebagai penentu besarnya tegangan yang dicuplik, biasanya dilakukan oleh sebuah IC TL-494. Dan pengaman arus dan tegangan yang biasanya dilakukan oleh IC LM-339. Untuk PSU CPU pengamanan tegangan biasanya sampai dengan 16V, jadi bila memerlukan keluaran sebesar 13.8V kita tidak memerlukan modifikasi pada modul ini. Namun, bila anda membutuhkan keluaran arus lebih besar dari 18A (masing-masing PSU berbeda), maka modifikasi pada modul ini diperlukan.

Modificated CPU PSU
Sesuai dengan kebutuhan saya diatas, maka beberapa poin yang saya lakukan modifikasi adalah sebagai berikut. (Ingat pada saat modifikasi selalu lepas catuan dari AC, BAHAYA MAN !!!).
• Pada pin 1 IC TL-494 terdapat 6 buah resistor yang terhubung lansung, yaitu 3 buah resistor paralel ke ground dengan nilai 120K, 56K dan 18k, jangan lakukan perubahan apapun pada ketiga resistor ini. Selain itu ada 3 resistor lagi yang tersisa yaitu 15K terhubung ke output +3.3V, 4k7 ke +5V dan 27K ke +12V. Cabut ketiga resistor tersebut.
• Ganti resistor 27K yang telah dicabut diatas dengan sebuah resistor sebesar 10K dan Trimpot sebesar 20K, tegangan output 13.8V diperoleh pada nilai sekitar 26.6K. Anda dapat melakukan adjusting tegangan keluaran melalui trimpot tersebut.
• Cabut kondensator elektrolit sebesar 1500uF/16V pada keluaran +12V, lalu ganti dengan kapasitor baru dengan kapasitansi dengan tegangan kerja lebih tinggi, misal 35V, 50V, dst. Komponen ini berfungsi sebagai perata arus, jadi makin besar kapasitansinya makin bagus. Saya menggunakan 2 buah secara paralel masing-masing sebesar 3300uF/50V.
• Karena switching PSU membutuhkan adanya arus keluaran yang konstan dioutputnya, maka tambahkan sebuah resistor dengan nilai 100 Ohm/2W paralel dengan kapasitor elektrolit diatas. Hal ini akan memastikan adanya arus konstant sebesar 138mA. Pada kondisi standar, fungsi resistor ini digantikan oleh sebuah kipas/fan 12V yang akan terus berputar selama PSU tersebut ON, namun apa jadinya bila kipas/fun tersebut suatu saat putus, maka PSU anda akan rusak. Jadi keberadaan resistor load ini sangat penting, dalam sebuah switching PSU.

My CPU PSU

Langkah berikut adalah OPTIONAL:
• Saya menambahkan sebuah PHI-Filter di output 13.8V untuk mengurangi noise akibat oscilator (PWM) yang digunakan dalam PSU ini. Yaitu dengan 2 buah kondensator keramik masing-masing sebesar 470pf, dan sebuah induktor kira-kira sebesar 100uH.
• Cara membuat induktor, saya menggunakan sebuah toroid lingkaran dengan diameter sekitar 13mm, dan melilit email dengan diameter 1mm sebanyak 4 lilit. Rangkaian filter lihat gambar.
• Untuk memperkecil noise yang berasal dari jala-jala PLN, anda bisa menambahkan filter tambahan, namun dalam modifikasi ini saya tidak menambahkannya.

ATX Pin Assignment
• Karena hanya output 13.8V saja yang diiginkan, cabut seluruh kabel keluaran PSU standar, ganti
dengan kabel yang sesuai yaitu pada keluaran +12V dan Ground.
• Untuk menghidupkan PSU ini, menggunakan Remote power ON, yaitu dengan menghubungkan port PWR (Kabel warna Hijau) ke Ground (Kabel warna Hitam) . Jadi anda perlu menambahkan kabel dan saklar untuk mengaktifkannya.
• Pasang kembali koneksi kipas/fan pada tempat semula, dan modifikasi telah selesai.

Inside PSU-1
Langkah Tuning ke 13.8V:

• Pasang sebuah AVO Digital, set untuk mengukur tegangan, lalu putar perlahan trimpot sampai anda peroleh tegangan sebesar 13.8V.
• Untuk memastikan tegangan tidak drop pada saat dibebani RIG. Pasang RIG anda, lalu lakukan langkah diatas, sampai anda peroleh tegangan yang diinginkan.
Saya telah melakukan modifikasi 2 buah PSU dengan tipe sejenis, keduanya memiliki performansi sesuai dengan keinginan saya. Saya telah mencobanya untuk QSO dengan IC-2200H berjam-jam menggunakan hasil modifikasi ini, PSU tetap dingin dan tidak ada tanda-tanda penurunan performansi.

Inside PSU-2
Selamat mencoba, semoga berhasil.

Several days ago I bought a CPU Power supply, which was produced locally with branded of e-PRO 450 Watt. It got it in ITC Bandung with very cheap price, ie. US$7.5. It’s specs are follow:
• +3.3V – 21A
• +5V – 30A
• +12V – 18A
• -12V – 0.5A
• +5V – 1.5A
I would like to modify it into 13.8V 15A, which was suit for my RIG at it’s maximum output power, i.e. 65 Watt. As the local product, I assumed there was some deviation between it’s specs and reality. I predicted, it’s only gave me 12V 15A, or 3 Amp below it’s specs. So that, by modification I would get 13.8V 15A, enough for my RIG.
Generally speaking, a switching PSU has 2 controller. First, oscilator (usually performed by an IC TL-494) for sampling both desired Current and Voltage. Second, a Current & Voltage protector. As far as I know, the CPU PSU will protect the output untill 16V, so we don’t need to modify this modul anyway. But, if you need more current, off course, you need a modification.
Refered to my requirement above, there are several modification points I have done. (Be Carefull … make sure to unplug the AC input during modification … Very DANGEROUS).
• At pin 1 TL-494 there were 6 resistors which were directly connected, they are 3 resistors
paralel to ground, which had values of 120k, 56k and 18k. Leave them as they were. 3 others
which had values of 15K (connected to +3.3V), 4k7 (connected to +5v) and 27k (connected to
+12V). Remove them all.
• Replace the 27k (connected to +12V) with serie of 10K and 20K trimpot. The 13.8V will be
reached at value of about 26.6k. Later, the trimpot will be used to adjust the output level.
• Remove an electrolit capacitor 1500uF/16V on the +12V output, and then replace it with a higher voltage capacitor, such as 35V, 50V, etc. This capacitor roles as a output current smooter, so that, the higher the better. I used parael 2x 3300uF/50V.
• The switching PSU need a little continous current flow on its output, so that, I added a 2W
100 Ohm resistor paralel with the electrolit capacitor above. It will gain a continous current
flow at the out about 138mA. On it’s standar, this function was done by a fun, which always rotate when the PSU ON. But, image when this fun is run-out, the PSU will be broken. The appearance of this resistor is quite important on the switching PSU.
The following step are OPTIONAL
• In order to reduce an unwated noise from the PSU, I added a PHI filter on the output. I used
2x 470pf ceramic condencator and 100uH inductor.
• Inductor was built by winding 4 turns a 1mm copper email into 13mm diameter toroid ferite.
See picture.
• In advance, you can add a AC filter in front of PSU to reduce more unwanted noise from AC line. I didn’t add this filter on my modification.
• Remove all unwanted output cables, remove them by a pair cable as the 13.8V 15A output.
• Since this PSU was using remote power on, add a switch between PWR node (Green Cable) and Ground (Black Cable).
• Re-esammble all components back, and you are ready to tune it.
Tuning to 13.8V Steps
• First, connect a Digital Multitester to the PSU Output. Set it to measure a voltage level. Carefully
turn trimpot until it’s output is around 13.8V.
• In order to make sure it’s output isn’t dropped when loaded, load it with your RIG and retune again until you get a desired output.
I have done modification for 2 CPU PSU, they have performances as I wanted. I have been used them
for hours rag-chewing with my IC-2200H, they were still cool and there were no degradation performance appeared.
Ok, have a nice day …

WelcomE