Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2009

part 02 ," keasikan mengejar si jammer"

kegiatan yang mengasik kan adalah mencari sang jammer ,dengan mengunakan fox hunting .
jangan salah telah di siapkan hadiah nya loh,..di sediakan hadiah Rp 1000.000,- untuk siapa saja yang bisa menemukan sang jammer oleh bapak sc01 .
jadi setelah membaca artikel ke part 01 lalu baca yang ini jadi berfikir juga yah,...
sedikit membantu tentang fox hunting,..

Fox hunting merupakan permainan tak umpetnya (hide and seek) dalam dunia Amatir Radio. Kita kenal mobile fox hunting dan walking fox hunting. Prinsipnya sama hanya dalam mobile fox hunting areal yang harus dijelajah jauh lebih luas dari walking fox hunting.
Ketentuan fox hunting sederhana yaitu pemancar yang memancar dalam interval tertentu, harus diteemukan dalam waktu yang cepat.

jadi untukmengatasi sang jammer kita bisa menggunakan perangkat fox hunting dan kerja sama yang solid dari semua anggota 148.350mhz serta simpatisan yang serobit pada fasilitas,.untuk kepentingan bersama juga loh,

mari merakit perangkat fox hunting yang di sett pada input dan output repeater kita
tulisan dari jepara:
Membuat RF gain Radio IC 2N
Masih pada topic Radio Icom IC2N cuma kali ini saya tulis mengenahi cara
membuat RF gain pada radio ic2n ,RF gain sangatlah penting sekali apabila kita gunakan pada saat mengikuti lomba fox hunting,karena saat bertemu signal atau pancaran fox yang sangat besar maka kita harus mengurangi daya recief yang ada di radio kita, dan satu-satunya jalan yaitu menutup recive radio dengan RF Gain


untuk keperluan fox hunting RFgain harus di buat sebudeg mungkin supaya memudahkan mengetahui signal fox apabila sudah sangat dekat dengan pancaran fox
nah untuk teman-teman yang suka mengutak-atik electro cara membuat RFGain sangat gampang sekali dan sederhana banget ,yang perlu kita siapkan cuma potensio ukurannya dari 1kl – 5kl dan kabel skerm (kabel head tape recorder) dan setelah siap semua kita bongkar radionya lalu lihat gambar seperti yang di bawah ini :



inti gambar di atas adalah memutus nilai R100 omh dan menjampernya dengan potensio yg mengarah ke kaki transistor K192 ,sebaiknya potensio di arahkan keluar menggunakan tambahan kabel namun jangan terlalu panjang kabelnya ,ini akan berpengaruh pada ricief radio
setelah semua beres tambahkan juga rankaian (FS) field strenght karena rangkaian ini sangat membantu sekali apa bila RF gain sudah tidak bisa di toleransi lagi karena terdapatkan signal / pacaran yang sangat besar sehingga radio harus di matikan dan secara automatis VU di ambil alih oleh (FS) karena FS bisa bekerja tanpa catu daya , rangkaian bisa di lihat di bawah ini :

PART 01 "kebiasaan buruk atau keasikan? "

hal yang ini harus di baca sebelum ke artikel selanjutnya:
dalam tulisan ini kita akan bicarakan sesuatu hal yang sangat sering kita jumpai di dunia breaker ,...apakah itu??
sesuatu kebiasaan atau penyakit breaker ,yaitu signal jammer / continue dubling .
jammer sendiri adalah proses tx kita saat berbicara , apa namanya jika tidak di jam kan ???...

nah yang di maksud di sini adalah dubling signal secara continue untuk menutupi signal radio lain ,hemm sebuah tindakan yang dapat di bilang sesuatu kebiasan buruk yang mengasik kan,mengapa mengasikkan ?
di karena kan kalo signal jammer/ dubling continue terkait dengan ke-usilan seseorang .
jammer di sebuah repeater bisa pada input atau output repeater tersebut
pernahkan anda melakukan nya?...secara jujur saya sering dubling teman lain di inputnamun tidak continue ( sayang perangkat FINAL mahal ) nah mengapa demikian ,ada kepuasan tersendiri melakukannya .kita bisa mengetahui kemampuan signal perangkat kita terhadap membuka fasilitas tersebut ,.dan efect nya ,...orang lain akan marah-marah karena kesulitan untuk membuka secara sempurna fasilitas dan jika bisa melewati nya kita akan semakin panas ( emosi juga ) hehe,...keasikan yang buruk ...
faktor lain seseorang melakukan dubling signal secara continue
hal lain adalah mungkin anda sedang marah dengan seseorang ..atau cemburu ( HAHAHAHAHA )
dan yang ga jauh gilanya adalah JAHIL!!,...
mau mencoba nya??bebas saja
silahkan jika anda ingin merasakan ke asikan dubling di repeater ,
lebih asik lagi jika kita bisa dubling secara beneran dengan track signal / auto dubling bukan di input repeater,ini sebuah pembuktian sebuah besar nya base station yang anda miliki.

...hati -hati kalo signal jammer/dubling continue di 148.350 mhz ada kucing garok lho,...ntar di cari kalo ketemu di buat tape ,.....




Jumat, 20 Maret 2009

Build A 10 Amp 13.8 Volt Power Supply

Just like other commercial units, this circuit uses the LM723 IC which gives us excellent voltage regulation. The circuit uses 3 pass transistors which must be heat sinked. Resistor R9 allows the fine tuning of the voltage to exactly 13.8 volts and the resistor network formed by resistors R4 through R7 controls the current limiting. The LM723 limits the current when the voltage drop across R5 approaches .7 volts. To reduce costs, most commercial units rely on the HFE of the pass transistors to determine the current limiting. The fault in that system is that the HFE of the pass transistors actually increases when the transistors heat up and risks a thermal runaway condition causing a possible failure of the pass transistors. Because this circuit samples the collector current of the pass transistors, thermal runaway is not a problem in this circuit making it a much more reliable power supply.
The only adjustment required is setting R9 to the desired output voltage of anywhere between 10 and 14 volts. You may use a front panel mounted 1K potentiometer for this purpose if desired. Resistor R1 only enhances temperature stability and can be eliminated if desired by connecting pins 5 and 6 of IC-1 together. Although it really isn't needed due to the type of current limiting circuit used, over voltage protection can be added to the circuit by connecting the circuit of Figure 2 to Vout. The only way over voltage could occur is if transistors Q2 or Q3 were to fail with a collector to emitter short. Although collector to emitter shorts do happen, it is more much more likely that the transistors will open up when they fail. I actually tested this and purposely destroyed several 2N3055's by shorting the emitters to ground. In all cases the transistors opened up and no collector to emitter short occurred in any transistor. In any event, the optional circuit in Figure 2 will give you that extra peace of mind when a very expensive radio is used with the power supply.
The circuit in Figure 2 senses when the voltage exceeds 15 volts and causes the zener diode to conduct. When the zener diode conducts, the gate of the SCR is turned on and causes the SCR to short which blows the 15 amp fuse and shuts off the output voltage. A 2N6399 was used for the SCR in the prototype but any suitable SCR can be used. While over voltage protection is a good idea, it should not be considered a substitute for large heat sinks. I personally feel the best protection from over voltage is the use of large heat sinks and a reliable current limiting circuit. Be sure to use large heat sinks along with heat sink grease for the 2N3055 transistors.
I have used this power supply in my shack for several months on all kinds of transceivers from HF, VHF to UHF with excellent results and absolutely no hum. This power supply will be a welcome addition to your shack and will greatly enhance your knowledge of power supplies.


Parts List
R1 : 1.5K ¼ Watt Resistor (optional, tie pins 6 & 5 of IC1 together if not used.)
R2,R3 : 0.1 Ohm 10 Watt Resistor (Tech America 900-1002)
R4 : 270 Ohm ¼ Watt Resistor
R5 : 680 Ohm ¼ Watt Resistor
R6,R7 : 0.15 Ohm 10 Watt Resistor (Tech America 900-1006)
R8 : 2.7K ¼ Watt Resistor
R9 : 1K Trimmer Potentiometer (RS271-280)
R10 : 3.3K ¼ Watt Resistor
C1,C2,C3,C4 : 4700 Microfarad Electrolytic Capacitor 35 Volt (observe polarity)
C5 : 100 Picofarad Ceramic Disk Capacitor
C6 : 1000 Microfarad Electrolytic Capacitor 25 Volt (observe polarity)
IC1 : LM723 (RS276-1740) Voltage Regulator IC. Socket is recommended.
Q1 : TIP3055T (RS276-2020) NPN Transistor (TO-220 Heat Sink Required)
Q2,Q3 : 2N3055 (RS276-2041) NPN Transistor (Large TO-3 Heat Sink Required)
S1 : Any SPST Toggle Switch
F1 : 3 Amp Fast Blow Fuse
D1-D4 : Full Wave Bridge Rectifier (RS276-1185)
T1 : 18 Volt, 10 Amp Transformer Hammond #165S18 (Digi-Key HM538-ND)









Kamis, 19 Maret 2009

2 Meter Collinear J Pole Antenna Project





Pembuatan Antena ini tidaklah sulit, karena hanya terdiri dari beberapa potong Pipa PVC sebagai penopang dari Element Antena yang terbuat dari pipa Aluminium dia. 3/8".Komponen lain yang berfungsi sebagai penyambung antara element dengan phasing inverted menggunakan Elbow yang sesuai dengan ukuran Pipa.Karena Antena ini cukup panjang, maka sengaja di bagian tengah dipasang " T " socket sebagai dudukan horizontal bracing ke Tower.. hal ini dimaksudkan agar Antena cukup rigid ketika ditiup angin cukup kencang.



FORMULA FOR CALCULATION OF SECTION LENGTHS

Longest bottom Section 8424/freqmhz = inches

Top Section and other sections 5616/freqmhz = inches

Matching Section 2808/freqmhz = inches


EXAMPLE:146mhz

Center frequencyLongest section 8424 / 146 = 57.69 inches

Top section and others 5616 / 146 = 38.45
inchesMatching 2808 / 146 = 19.23 inches






silahkan mencoba,...lumayan lho * 8db

radio Rig 2m band favorite

sedikit bahasan tentang rig 2m band favorite
kita mulai dengan Product Kenwood
KENWOOD TR-9130
VHF (Very High Frequency) transceiver.
Perangkat tua ini mempunyai kelebihan, yaitu RF gain.
RF gain biasanya berguna untuk menyaring sinyal-sinyal yang mengganggu.

RF gain lebih khusus dipergunakan jika antenna yang kita pakai merupakan Yagi Antenna alias antena pengarah. Dimana dengan RF gain kita bisa lebih mengfokus dan mengetahui arah titik asal sumber sinyal radio dari sebuah perangkat komunikasi radio.

Selain RF gain dengan memakai RF Modul original-nya M-57727 Mitsubishi, perangkat ini dapat dipakai berkomunikasi pada USB, LSB, SSB dan CW. M-57727 ini sekarang sangat jarang dijumpai. Informasi terakhir, jika benar bahwa dengan memakai RF Modul lain yang tentunya harus dimodifikasi, maka semua akan berfungsi seperti jika menggunakan M-57727.

Bentuk fisik lumayan besar, tetapi tetap asik jika ditempatkan di mobil.
Power Output 5 watt untuk Low Power, 30 watt untuk High Power adjustable.
Lebar frekwensi yang tidak cukup lebar untuk masa sekarang, cocok untuk band amateur.
Masih diminati sampai sekarang, walau sudah tidak diproduksi sejak tahun 90-an.


kenwood TR 9130



next Radio
kenwood tm 201A dan 201B

tm 261a

tm 271a

Senin, 16 Februari 2009

basic repeater radio komunikasi

Telekomunikasi :
adalah teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer.

Dan Radio komunikasi adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
dan pengiriman gelombang ini terbatas dengan besar power dan posisi transmit (tx ),
diamana posisi serta power sangat memegang peranan untuk luasan coverate gelombang tx .
di artikel ini kita tidak membahas besar power sebuah transmiter radio serta posisi yang baik untuk memancarkan signal tx.
jika kita berada di lokasi dengan keterbatasan pancar. kita membutuhkan sebuah alat pancar ulang ( repeater ) .


untuk membuat repeater, harus memahami bagaimana dia bekerja.......
sebuah sistem repeater, harus mempunyai

1. receiver yang sensitif, sehingga dapat menerima sinyal yang lemah sekalipun.
2. transmitter yang daya nya tinggi, agar pancarannya dapat menjangkau area yang jauh.........berikut, gambar sederhana diagram sebuah repeater.......







bayangkan, jika receiver dan transmitter berada dalam satu antenna dan satu koaksial, dan harus berfungsi bersamaan ( tidak gantian ) ............
dengan hanya berbeda beberapa Khz, kadang beberapa Mhz saja.............
harus ada alat, yang bisa mengisolasi keduanya, sehingga satu sama lain tidak saling mengganggu........



dan alat itu adalah duplexer, sering juga disebut dengan cavities atau cansdia memisahkan sinyal yang diterima ( incoming ) dengan sinyal yang dipancarkan ( outgoing )......
kualitas duplexer inilah yang akan menentukan bagus tidaknya sebuah repeater, karena percuma saja membuat repeater jika dia " budeg "..........
karena receiver nya tertutup oleh sinyal transmitter nya.......
lalu, alat yang lain disebut controller, yang merupakan " otak " nya dari repeater tersebut....
dia yang mengatur " siapa saja yang boleh masuk " ( jika menggunakan tone, berapa khz tone yang dipakai dsb ),
atau mengatur kapan repeater tsb harus OFF ( jika ada sinyal yang terus menerus / jamming ) , dan hal hal lain yang kaitannya dengan fungsi repeater........kemudian,
seperti antenna, kabel koaksial dsb, harus dari jenis dan kualitas yang terbaik,........nah untuk membayangkan bagaimana sebuah repeater yang beneran ( kalau sudah jadi ),


lihat gambar dibawah ini......





yang kaya tabung oksigen itu yang disebut cans/ cavities / duplexerkesimpulan ,
bikin repeater tidak semudah yang dikira,
tetapi memang ada orang yang berkemampuan secara teknis untuk membuatnya...........
apalagi jika dalam wadah amatir radio,
yang memang memungkinkan untuk melakukan eksperimen dalam bidang radio...
seperti yang ada digambar dibawah ini , ini adalah repeater sederhana yang dibuat dari 2 buah HT .............









selamat mencoba ,rpu 148.350....
__________________

Minggu, 15 Februari 2009

membuat 1/4 lamda groundplane antenna untuk VHF

mari kita coba membuat antenna sederhana
untuk iseng iseng, mari mencoba membuat sendiri antenna , dengan bahan sebagai beikut :

1. kawat tembaga, atau kawat jenis lain, ukuran minimal diameter 3 mm panjang total sekitar 2.6 meter
2. konektor SO 239 dan PL 259
3. kabel koaksial , sebaiknya pakai RG 8


A= radiator, dalam rumus dibawah kita sebut vertikal length
B,C,D,E = radials, dalam rumus dibawah disebut radial length

untuk panjang radial, ditambahkan 5 % dari panjang vertikal ( dalam gambar = A )

untuk gampangnya, kita cari ukurannya dengan menggunakan kalkulator disini :
http://www.csgnetwork.com/antennagpcalc.html

sebagai contoh, kita ingin buat pada frekuensi 146 Mhz, masukkan angka tersebut ke dalam kalkulator, hasilnya adalah : panjang nya 0.489 meter....

untuk itu, potonglah kawat tadi sepanjang 0.489 m ( atau 48,9 cm ) sebanyak satu buah , dan 4 buah lainnya dipotong sepanjang 52 cm....

kawat yang satu buah tadi ( A ) kita solder ke konektor SO 239, lalu yang empatnya di pasang dengan mur dan baud, atau disolder ke 4 lubang pada konektor...


selamat mencoba yah....

Selasa, 10 Februari 2009

mari berhitung antenna

k untuk sedikit sharing dan mungkin berguna .
ini adalah salah satu faktor yang menjadi ukuran baik-tidaknya pancaran transmiter kita ( radio komunikasi ), dengan macth antenna terhadap frequensi kerja / pancar.
dengan cara ini bisa mengoptimalkan dan menekan lossing power radio kita saat transmite
terlepas dari posisi yang kurang propagasi udara .
jika kita memiliki antenna dengan kondisi macth dan ketinggian yang memadai ,dapat di pastikan akan mendapatkan hasil yang bagus.
yang ini bener-bener mantab,

link 7 element Yagi
dan seberapa jauh kah pancaran antenna kita dengan ketinggian yang kita miliki ( standart Power -+ 25 watt
mari berhitung....
mari berhitung antenna ....


WelcomE